Ketua DPR Papua Barat Imbau Waspada terhadap Modus Penipuan dan Pemerasan di Media Sosial

Beranda258 Views

Ketua DPR Papua Barat (DPRPB), Orgenes Wonggor, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan dan pemerasan yang marak dilakukan melalui media sosial maupun aplikasi komunikasi massal. Dalam pernyataannya pada Selasa (31/12/2024), Orgenes menanggapi kasus pencatutan namanya oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan yang merugikan.

“Atas nama pribadi, keluarga, maupun instansi, saya tegaskan bahwa saya tidak pernah meminta atau menjanjikan apapun kepada siapapun, terlebih melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, atau aplikasi komunikasi seperti WhatsApp,” ujar Orgenes Wonggor, yang akrab disapa Owor.

Ia mengimbau masyarakat untuk bijak dan berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi informasi serta tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang mencurigakan.

Kasus Penipuan dan Ancaman Pornografi

Owor mengungkapkan bahwa baru-baru ini terdapat pihak yang mencatut namanya untuk melakukan penipuan dan bahkan mencoba menyebarkan konten pornografi melalui media sosial.

“Hari ini, ada pihak yang mengatasnamakan saya untuk meminta uang dari keluarga saya dan menipu warga. Bahkan, mereka mencoba melakukan aksi pornografi. Ini sangat memprihatinkan dan harus diwaspadai, terutama jika mencatut nama pejabat atau figur publik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada panggilan video atau pesan dari nomor yang tidak dikenal. “Saat ini, sangat mudah memanipulasi data dan informasi pengguna media sosial maupun aplikasi komunikasi,” tambahnya.

Pengalaman Korban

Salah satu korban, Ibu Sarwom, mengaku dihubungi oleh pelaku yang mencatut nama Orgenes Wonggor. Pelaku mencoba melakukan aksi pornografi dengan meminta panggilan video yang tidak senonoh.

“Saya langsung mengonfirmasi ke Pak Wonggor karena nomor WhatsApp tersebut mengatasnamakan beliau. Pelaku meminta saya untuk melakukan video call dengan konten tidak pantas. Saat itu, saya berada di kamar bersama suami, sehingga kami memutuskan untuk merekam panggilan tersebut dan melaporkannya,” ujar Ibu Sarwom.

Ibu Sarwom juga melaporkan nomor pelaku (+62 823-1490-9***) kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti. Ia menambahkan bahwa pelaku sempat mengirimkan pesan ancaman melalui WhatsApp.

“Pesannya berbunyi, ‘Hapus pesan kita. Jika ada berita yang tidak mengenakkan tentang saya, saya akan cari kamu.’ Untungnya, tidak ada kerugian materi dalam kasus ini. Saya hanya memastikan apakah nomor tersebut benar milik Pak Wonggor atau bukan,” tutupnya.

Pesan untuk Masyarakat, bahwa kasus ini menjadi pengingat agar selalu berhati-hati dan tidak mudah terjebak oleh modus penipuan yang semakin beragam.

Ketua DPR Papua Barat mengajak semua pihak untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. (*)